Ciri-ciri Pemimpin Yang berkualitas

Apa yang ada di benak karyawan jika perilaku pemimpin mereka tidak selaras dengan apa yang diucapkannya? 
Pastilah mereka akan mempertanyakan apakah sosok yang selama ini mereka jadikan panutan sudah pantas disebut sebagai pemimpin. Hal ini tentunya akan menjadi bumerang bagi pemimpin itu sendiri. Ia akan kehilangan rasa hormat dan kepercayaan dari bawahannya dan bahkan mungkin mereka tidak lagi menaruh respek kepadanya. 
Agar kepemimpinan berjalan efektif, seorang pemimpin harus mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan dari orang yang ia pimpin. Rasa hormat maupun kepercayaan ini, baru bisa diperoleh ketika kita melihat sosok yang membuktikan apa yang selama ini dia ucapkan. 
Contohnya, jika kita melihat orang yang selalu bicara tentang kejujuran atau integritas, maka yang kita harapkan adalah apa yang ia sampaikan tersebut terwujud dalam perilaku atau tindakannya sehari-hari. 
Walk the talk adalah sikap dimana seorang pemimpin membuktikan apa yang dia ucapkan dengan perilaku yang selaras dengan ucapannya tersebut. Walk the talk mencerminkan karakter seorang pemimpin berkualitas yang selalu konsisten dalam perkataan maupun perbuatan. 
Namun, untuk bisa disebut good leader tidak cukup hanya dengan walk the talk saja. Pemimpin juga harus mempunyai visi yang jauh ke depan tentang organisasi yang dipimpin maupun keterampilan dalam mengelola dan mengarahkan organisasinya tersebut. 
Jadi, walk the talk adalah salah satu faktor kunci, di samping hal-hal lain yang juga perlu dilakukan agar seorang pemimpin bisa menjadi sosok panutan yang dihormati dan disegani oleh bawahannya.

 *Diintisarikan dari wawancara dengan salah seorang expert trainer Kubik, Fauzi Rachmanto






   

Inilah Benih Keberhasilan kita

Rekan Blogger yang di kasihi Tuhan, jangan pernah merasa malu dengan segala keterbatasan. Jangan merasa sedih dengan ketidaksempurnaan. Karena Tuhan, menciptakan kita penuh dengan keistimewaan. Dan karena Tuhan Allah menyiapkan kita menjadi mahluk dengan berbagai kelebihan.

Kita umpamakan seperti benih pohon yang menyimpan segalanya. Benih menyimpan batang yang kokoh, dahan yang rindang, daun yang lebar, juga akar-akar yang kuat. Dan untuk menjadi pohon besar, ia hanya membutuhkan angin, air, dan cahaya matahari yang cukup. Namun jangan lupa, ada "waktu dan proses" yang membuatnya terus bertumbuh.

Pandanglah pohon besar. Tahukah sahabat, bahwa batangnya yang kokoh dulunya berasal dari benih yang kecil? Dahan, ranting dan daunnya, juga berasal dari benih. Akar-akarnya yang tampak menonjol, juga dari benih kecil? Dan kalau kita menggali tanahnya, ketahuilah, sulur-sulur akarnya yang menerobos tanah, juga berasal dari tempat yang sama?
Mungkin suatu ketika, kita pernah merasa kecil, tak mampu, tak berdaya dengan segala persoalan hidup. Kita mungkin sering bertanya-tanya, kapan kita menjadi besar, dan mampu menggapai semua impian, harapan dan keinginan yang ada dalam dada. Kita juga bisa jadi sering membayangkan, bilakah saatnya berhasil? Kapankah saat itu akan datang?
Para Sahabat, kita adalah layaknya benih kecil. Benih yang menyimpan semua kekuatan dari batang yang kokoh, dahan yang kuat, serta daun-daun yang lebar.Jangan pernah berkecil hati. Semua keberhasilan dan kesuksesan itu telah ada dalam kita masing-masing.


Tain Odop, dalam karya, pemikiran dan keinginan berbagi dengan sahabat.

NEWS EVENT